Rangkaian Kampanye Bunda Tanggap Alergi dengan 3K (Kenali, Konsultasikan, Kendalikan) 2017, Kembali Sukses Edukasi Jutaan Bunda di Indonesia

Jakarta, 3 Januari 2018 – Kampanye Bunda Tanggap Alergi dengan 3K (Kenali, Konsultasikan, dan Kendalikan) 2017 telah selesai dilaksanakan. Kampanye yang mulai dilaksanakan sejak April hingga November 2017 ini telah berhasil mengedukasi lebih dari 10 juta Bunda di seluruh Indonesia melalui berbagai rangkaian kegiatan edukasi yang dilakukan di beberapa daerah.

 

“Dalam kampanye Bunda Tanggap Alergi dengan 3K di tahun kedua ini, Nutricia Sarihusada kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi para orang tua, khususnya bunda secara mendalam mengenai penangangan alergi yang tepat bagi si Kecil, agar ia tetap ceria dan tumbuh secara optimal baik secara fisik maupun psikologis. Karena dengan penanganan yang tepat, si Kecil dengan alergi dapat menjadi anak yang ceria dan sehat serta tumbuh kembangnya dapat optimal sesuai dengan perkembangan usianya” jelas Prawira Winata, Allergy Care Manager Nutricia Sarihusada.

 

Seperti yang diungkapkan oleh psikolog anak dan keluarga, Anna Surti S.Psi., M. Si., Psi. ketika anak mengalami alergi, beberapa orangtua langsung merasa gagal dalam mengasuh anak karena kesulitan memenuhi kebutuhan gizinya khususnya dari minuman dan makanan. Hal ini berdampak pada keceriaan si Kecil pada masa tumbuh kembang di lingkungannya.

 

“Kadangkala orangtua merasa gagal dalam mengasuh anak dengan alergi karena kurang informasi dan kesulitan mengalami kebimbangan dalam memenuhi kebutuhan gizi si Kecil. Dengan adanya informasi yang lengkap dan menyeluruh, orangtua dapat menangani alergi pada si Kecil dengan lebih baik. Hal ini juga akan berdampak pada keceriaan si Kecil di kesehariannya,” Jelas Anna.

 

Dilanjutkan Anna, anak dengan alergi lebih rentan mengalami kecemasan dan stres dalam pergaulan. Baik dari pantangan mengonsumsi makanan dan minuman, membuat anak harus membatasi diri, dan kondisi ini terkadang membuat anak mendapat perundungan karena dianggap berbeda. Dalam jangka panjang, situasi ini dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas hidup si anak.

 

Untuk itu kampanye Bunda Tanggap Alergi dengan 3K di tahun 2017 menitikberatkan terhadap edukasi mengenai alergi pada anak dan tata cara penanganan yang tepat melalui berbagai aktivitas seminar di pusat-pusat kesehatan, penyebaran informasi melalui media massa dan membuat platform www.alergianak.com sebagai tempat informasi terkait dengan alergi pada anak bagi orang tua Indonesia.

“Rangkaian kegiatan edukasi Bunda Tanggap Alergi dengan 3 K ini berjalan di 11 kota di Indonesia, mencakup kota Jakarta, Medan, Surabaya, Malang, Bandung, Mojokerto, Yogyakarta, Bali, Makassar, Semarang, Bekasi. Dan tidak hanya itu berbagai kegiatan talkshow dengan media lokal dan nasional juga kami laksanakan agar informasi mengenai Bunda Tanggap Alergi dengan 3 K tersebar secara luas” tambah Wira.

 

Selain itu, kampanye Bunda Tanggap Alergi dengan 3K 2017 juga ditandai dengan jalan sehat di 2 kota besar; Jakarta dan Surabaya, dimana melibatkan banyak unsur masyarakat yang turut andil dalam jalan sehat dan edukasi Bunda Tanggap Alergi dengan 3K, kemudian dilanjutkan dengan peluncuran wajah baru website www.alergianak.com, serta iklan layanan masyarakat yang memudahkan masyarakat untuk lebih memahami tentang alergi pada anak.

 

“Kami berharap apa yang telah kami sampaikan dalam rangkaian kampanye Bunda Tanggap Alergi dengan 3K ini bisa menjadi sumber informasi bagi orangtua khususnya bunda yang dapat diteruskan kepada orang-orang lain dan lingkungan sekitar, sehingga semakin banyak pihak yang sadar dan teredukasi mengenai pentingnya alergi pada anak,” ungkap Wira.

 

Meskipun sudah kedua kalinya kampanye ini diadakan, Wira mengatakan bahwa di lapangan masih banyak orangtua yang belum memahami tentang alergi, serta penanganan gejala alergi susu sapi pada anak yang tepat. Hal ini terlihat dari diskusi serta banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh Bunda secara langsung dalam acara-acara seminar kesehatan Bunda Tanggap Alergi dengan 3K ataupun melalui fitur livechat di alergianak.com.

 

“Tingginya respon para orangtua dan bunda menandakan bahwa mereka ingin dapat mengerti mengenai alergi pada anak. Inilah yang mendorong Nutricia Sarihusada untuk terus melanjutkan kampanye ini di tahun-tahun mendatang, karena kami adalah sahabat untuk Bunda di Indonesia,” ujar Wira optimis.

 

Si Kecil Tetap Ceria Karena Bunda Tanggap Alergi

 

Menurut data dari Allergy & Asthma Foundation of America, alergi protein susu sapi merupakan salah satu alergi makanan yang paling banyak terjadi pada anak-anak. Ini juga diikuti dengan studi di beberapa Negara di seluruh dunia yang menunjukkan prevalensi alergi protein susu sapi pada anak-anak di tahun pertama kehidupan sekitar 2% sampai 7,5%. Angka ini tentunya diikuti dengan risiko yang mungkin mengancam si Kecil di masa depan.

 

Karena itu dijelaskan oleh Konsultan Alergi Imunologi Anak, Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(K), M.Kes., banyaknya informasi yang didapatkan orang tua khususnya bunda dapat membuat mereka lebih waspada terhadap risiko dan gejala alergi yang mungkin terjadi pada si Kecil, karena tidak hanya dari faktor genetik, si Kecil juga berisiko mengalami alergi dari asap rokok hingga penggunaan antibiotik saat persalinan.

 

“Penting bagi orang tua untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan terpercaya dalam menangani gejala-gejala alergi pada anak. Hal ini karena orangtua menjadi pihak yang paling berperan penting dalam mendeteksi gejala alergi pada anak seperti timbulnya ruam-ruam merah, gatal, dan eksim pada kulit.” Jelasnya.

 

Karena itu dalam kampanye Bunda Tanggap Alergi dengan 3K tahun ini, Nutricia Sarihusada bekerja sama dengan dokter spesialis Anak dan psikolog untuk mengangkat dampak kesehatan dan psikologis pada si Kecil yang ditimbulkan oleh alergi dengan tema “Si Kecil Tetap Ceria Karena Bunda Tanggap Alergi”. Dengan pemahaman akan 3K, yaitu Kenali, Konsultasikan, dan Kendalikan:

 

  • Kenali – Kenali risiko dan gejala alergi yang dialami si Kecil. Orangtua dapat mengakses www.alergianak.com untuk memahami lebih jauh tentang alergi. Orangtua juga harus mengenali diri sendiri, sifat si Kecil, bahkan lingkungan sekitar mereka untuk mengelola tantangan yang dihadapi dengan pola asuh yang tepat.

 

  • Konsultasikan – Konsultasikan ke dokter agar si Kecil memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat. Bila perlu, orangtua bisa mengajak anggota keluarga lain saat berkonsultasi agar tantangan bisa dihadapi bersama.

 

  • Kendalikan – Kendalikan penyebab alergi dengan asupan nutrisi yang tepat. Ubah gaya hidup sesuai dengan kebutuhan alergi si Kecil dan pintar-pintar mencari alternatif kudapan untuk si Kecil. Misal, jika si Kecil alergi protein susu sapi, hindari semua makanan dan minuman yang mengandung susu sapi lalu konsultasikan ke dokter mengenai alternatif nutrisinya.

 

“Nutricia Sarihusada berharap kampanye ini dapat terus digelar secara konsisten dan berkelanjutan karena kami memahami betapa pentingnya peran orangtua dalam penanganan alergi protein susu sapi pada si Kecil. Dan dengan usainya pelaksanaan Bunda Tanggap Alergi dengan 3K tahun ini kami semoga semakin banyak bunda di Indonesia yang tanggap alergi dan memahami langkah-langkah tepat dalam penanganan alergi sejak dini,” tutup Wira.

 

Dalam penyelenggaraannya tahun ini, Kampanye Bunda Tanggap Alergi berhasil mengedukasi Bunda di tiap-tiap platform kegiatannya, seperti edukasi langsung melalui seminar kesehatan, livechat bersama dokter di alergianak.com, juga edukasi melalui media massa, seminar kesehatan yang diselenggarakan di 11 kota. Hingga saat ini sudah sebanyak 7,5 juta Bunda sudah teredukasi mengenai alergi melalui kampanye Bunda Tanggap Alergi dengan 3 K. Tak hanya itu, tingginya partisipasi publik juga terlihat dari ribuan pertanyaan yang masuk di website resmi alergianak.com.